Saturday, December 5, 2015

Pencemaran Air

Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh mahluk hidup untuk menjaga keberlangsungan hidupnya. Tanpa air, mahluk hidup jelas tidak akan bisa bertahan hidup. Sang Pencipta telah menyediakan air yang begitu melimpah di bumi untuk mencukupi kebutuhan mahluk hidup terutama manusia akan air. Bumi kita, 71% nya adalah air. Air tersebut tersebar dalam bentuk cair (di laut, samudra, sungai, air tanah, danau dan di dalam tubuh mahluk hidup itu sendiri), dalam bentuk padat (es di kutub utara dan selatan, dan es di puncak-puncak gunung), dan dalam bentuk gas (uap air dan awan). Begitu banyaknya jumlah air yang telah disediakan Sang Pencipta tetapi dewasa ini masalah mengenai kekurangan air makin meluas. Dimana letak masalahnya?
Jumlah air yang tersedia di bumi memang begitu melimpah, tetapi jumlah air yang bisa dipergunakan atau dikonsumsi oleh makhluk hidup khususnya manusia sangatlah terbatas. Hal ini disebabkan karena proses daur ulang alami air bersih telah terganggu. Hal-hal yang telah mengganggu proses daur ulang alami air bersih tersebut adalah bangunan-bangunan yang didirikan manusia telah mentutupi daerah resapan air sehingga jumlah air yang terserap dan terfilter menjadi air tanah yang bersih semakin sedikit sementara jumlah konsumsi air tanah manusia semakin bertambah. Selain dari air tanah, air bersih juga bisa didapat dari air sungai yang diproses sehingga layak pakai dan layak konsumsi. Tetapi dewasa ini dengan semakin banyaknya industri yang berkembang, semakin banyaknya pemakaian bahan2 kimia di dalam kegiatan rumah tangga menyebabkan air sungai tercemar dan sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi walaupun sudah diproses. Manusia adalah makhluk hidup yang sangat berperan dalam pencemaran air. Mahluk hidup lainnya seperti hewan, tumbuhan dan mikroorganisme juga berperan tetapi sangatlah sedikit.
Dengan tercemarnya sumber-sumber air baku seperti sungai, danau, air tanah (oleh buangan kotoran manusia dan oleh bahan-bahan kimia hasil buangan industri) menjadikan proses pengolahan air baku tersebut menjadi air layak konsumsi menjadi lebih mahal. Manusia memang tidak pernah berhenti berfikir. Setiap muncul suatu masalah, maka akan dicari jalan keluarnya melalui aplikasi teknologi. Contohnya di negara Israel. Di negara tersebut, pemerintahnya harus mengolah air laut menjadi air tawar layak minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Hal tersebut dilakukan karena ketersediaan air baku tawar sudah sangat minim. Teknologi tersebut tergolong baru dan relatif mahal. Di sektor perkebunan, warga israel telah menemukan metode penyiraman tanaman yang terbukti sangat efektif dalam penggunaan air yaitu metode penyiraman tetes. Dengan metode ini kita dapat mengurangi kebutuhan air pada tanaman tanpa menurunkan produksi tanaman tersebut.
Tetapi apakah kita akan terus seperti ini, menutupi suatu masalah hanya dengan teknologi tanpa memperbaiki sumber utama dari masalah tersebut. Sumber utama masalah krisis air bersih ini adalah pola hidup manusia yang tidak ramah lingkungan. Untuk itu yang harus diubah adalah pola hidup manusia menjadi ramah terhadap lingkungan. Marilah kita berubah, dimulai dari diri kita sendiri. Salam hidup sehat!
Terimakasih.

No comments:

Post a Comment