Showing posts with label Komentar Tugas. Show all posts
Showing posts with label Komentar Tugas. Show all posts

Saturday, December 5, 2015

Pemanasan Global

Menurut saya, pemanasan global adalah suatu fenomena sebagai akibat dari kelalaian manusia dalam pemanfatan lingkungan. Pemanasan global terjadi akibat adanya Efek Rumah kaca (ERK) yang timbulkan oleh adanya Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer bumi. GRK tersebut adalah CO2, N2O, Metana dan freon. GRK ini dulunya bermanfaat untuk menjaga suhu bumi di sekitaran 15°C, karena tanpa GRK suhu bumi bisa sampai -18°C. Tetapi seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, kegiatan-kegiatan industri dan ekonomi yg dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan manusia juga diikuti dengan produsi dan pelepasan GRK ke atmosfer sehingga kandungan GRK di atmosfer semakin hari semakin bertambah sehingga menghasilkan bumi yang makin panas. Kegiatan2 ekonomi dan industri yg berperan penting dalam menyumbang GRK di atmosfer antara lain, penebangan dan pembalakan hutan yang menyebabkan terlepasnya karbon ke udara dan menyebabkan berkurangnya kemampuan hutan untuk menyerap CO2 udara, penggunaan bahan bakar fosil untuk keperluan industri dan transportasi yang menghasilkan CO2, penggunaan freon pada alat pendingin ruangan dan industri nylon yang menyumbang gas N2O. Naiknya suhu bumi ini menimbulkan fenomena-fenomena buruk yang mengancam kenyamanan bahkan eksistensi manusia. Oleh karena itu perlu sekali diadakan konferensi-konferensi internasional untuk membahas hal tersebut.
Saya setuju dengan argumen di dalam modul diatas yang menyatakan bahwa bangsa barat seakan melemparkan upaya penanganan global warming ini ke negara2 berkembang. Padahal berdasarkan fakta-fakta yang ada penyumbang terbesar GRK di atmosfer adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan bangsa barat. Negara-berkembang selalu teriak dikala ada hutan di negara berkembang yang terbakar. Padahal negara barat yang menurut sejarah adalah bangsa penjajah dulu sangat gencar membakar hutan negara jajahannya untuk meningkatkan ekonomi negara asalnya. Negara berkembang dilarang membuka lahan dihutan yg mereka miliki dengan alasan global warming. Padahal disisi lain negara berkembang masih sangat memerlukan pemanfaat hutan mereka untuk meningkatkan ekonomi negara. Hal ini bisa dipecahkan melalui transfer teknologi dari negara maju ke negara beekembang dalam hal pemanfaatan hutan. Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik antara negara berkembang dan negara maju untuk memecahkan masalah global warming ini.
Terimakasih.

Pencemaran Air

Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh mahluk hidup untuk menjaga keberlangsungan hidupnya. Tanpa air, mahluk hidup jelas tidak akan bisa bertahan hidup. Sang Pencipta telah menyediakan air yang begitu melimpah di bumi untuk mencukupi kebutuhan mahluk hidup terutama manusia akan air. Bumi kita, 71% nya adalah air. Air tersebut tersebar dalam bentuk cair (di laut, samudra, sungai, air tanah, danau dan di dalam tubuh mahluk hidup itu sendiri), dalam bentuk padat (es di kutub utara dan selatan, dan es di puncak-puncak gunung), dan dalam bentuk gas (uap air dan awan). Begitu banyaknya jumlah air yang telah disediakan Sang Pencipta tetapi dewasa ini masalah mengenai kekurangan air makin meluas. Dimana letak masalahnya?
Jumlah air yang tersedia di bumi memang begitu melimpah, tetapi jumlah air yang bisa dipergunakan atau dikonsumsi oleh makhluk hidup khususnya manusia sangatlah terbatas. Hal ini disebabkan karena proses daur ulang alami air bersih telah terganggu. Hal-hal yang telah mengganggu proses daur ulang alami air bersih tersebut adalah bangunan-bangunan yang didirikan manusia telah mentutupi daerah resapan air sehingga jumlah air yang terserap dan terfilter menjadi air tanah yang bersih semakin sedikit sementara jumlah konsumsi air tanah manusia semakin bertambah. Selain dari air tanah, air bersih juga bisa didapat dari air sungai yang diproses sehingga layak pakai dan layak konsumsi. Tetapi dewasa ini dengan semakin banyaknya industri yang berkembang, semakin banyaknya pemakaian bahan2 kimia di dalam kegiatan rumah tangga menyebabkan air sungai tercemar dan sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi walaupun sudah diproses. Manusia adalah makhluk hidup yang sangat berperan dalam pencemaran air. Mahluk hidup lainnya seperti hewan, tumbuhan dan mikroorganisme juga berperan tetapi sangatlah sedikit.
Dengan tercemarnya sumber-sumber air baku seperti sungai, danau, air tanah (oleh buangan kotoran manusia dan oleh bahan-bahan kimia hasil buangan industri) menjadikan proses pengolahan air baku tersebut menjadi air layak konsumsi menjadi lebih mahal. Manusia memang tidak pernah berhenti berfikir. Setiap muncul suatu masalah, maka akan dicari jalan keluarnya melalui aplikasi teknologi. Contohnya di negara Israel. Di negara tersebut, pemerintahnya harus mengolah air laut menjadi air tawar layak minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Hal tersebut dilakukan karena ketersediaan air baku tawar sudah sangat minim. Teknologi tersebut tergolong baru dan relatif mahal. Di sektor perkebunan, warga israel telah menemukan metode penyiraman tanaman yang terbukti sangat efektif dalam penggunaan air yaitu metode penyiraman tetes. Dengan metode ini kita dapat mengurangi kebutuhan air pada tanaman tanpa menurunkan produksi tanaman tersebut.
Tetapi apakah kita akan terus seperti ini, menutupi suatu masalah hanya dengan teknologi tanpa memperbaiki sumber utama dari masalah tersebut. Sumber utama masalah krisis air bersih ini adalah pola hidup manusia yang tidak ramah lingkungan. Untuk itu yang harus diubah adalah pola hidup manusia menjadi ramah terhadap lingkungan. Marilah kita berubah, dimulai dari diri kita sendiri. Salam hidup sehat!
Terimakasih.

Pencemaran Udara

Udara adalah kebutuhan pokok manusia yang sangat penting. Tanpa menghirup udara, organ-organ dalam tubuh kita tidak dapat berfungsi dengan baik. Saat kita mengihirup udara, maka organ paru-paru akan memisahkan oksigen dari udara dan mengalirkannya ke seluruh organ tubuh melalui darah. Kemudian karbon dioksida dan gas2 lain akan dikeluarkan kembali melalui hidung. Saat kita bernafas, kita tidak bisa memilih udara mana yang mau kita hirup. Karena udara merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari berbagai zat, baik itu zat yang baik ataupun zat yang buruk bagi kesehatan tubuh kita.
Kualitas udara di lingkungan kita, khususnya di lingkungan perkotaan dan daerah industri semakin memburuk dari hari ke hari. Kandungan zat-zat berbahaya seperti CO, SOx, NOx, HC dan partikel semakin tinggi. Sehingga saat kita bernafas di lingkungan udara yang  buruk tersebut, zat-zat berbahaya diatas juga akan ikut masuk ke tubuh kita, mengendap di paru-paru dan terdistribusi oleh darah ke seluruh organ tubuh kita. Menigkatnya zat-zat berbahaya di udara disebabkan baik oleh faktor alam maupun faktor manusia. Faktor alam yang mempengaruhi meningkatnya polusi udara adalah aktifitas vulkanologi gunung berapi, angin yang membawa zat-zat berbahaya ke udara, pembusukan sampah alami dll. Sedangkan faktor manusia adalah dari limbah kegiatan industri dan gas buang kendaraan dalam sektor transportasi. Bahkan kegiatan pengolahan limbahpun menghasilkan polutan udara.
Organisasi-organisasi dunia yang concern terhadap kesehatan seperti WHO, UNEP dan GEMS-Air telah melakukan berbagai upaya untuk menekan polusi udara seperti melakukan survei tingkat pencemaran udara di kota-kota besar, memasang indikator kualitas udara, memberikan penyuluhan kepada dunia industri dalam mengelola limbah buangnya terutama yang dalam bentuk gas, dll. Pencemaran udara paling buruk terjadi di kota- besar dengan tingkat mobilisasi yang tinggi. Jumlah penduduk di kota-kota besar tersebut relatif lebih besar dibandingkan kota-kota kecil lain dengan tingkat polusi udara yang lebih rendah. Ditambah lagi setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah penduduk yang tinggi di kota-kota besar tersebut sehingga setiap tahunnya jumlah manusia yang menghirup udara tercemar semakin bertambah.
Memang peningkatan polusi udara ini adalah konsekuensi dari meningkatanya aktifitas manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini tidak dapat dihindari. Karena sampai saat ini belum ditemukan energi yang ramah lingkungan yang bisa memenuhi kebutuhan manusia yang begitu besar dengan biaya operasional yang terjangau.
Sekian komentar saya. Terima kasih.